10/23/2016

Makalah Bisnis Internasional - full





Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB  I                                    :  Pendahuluan
1.1   Latar Belakang
1.2  Tujuan
BAB  II                       :  Isi
                                       2.1  Sejarah Bisnis Internasional
2.2  Pengertian Bisnis Internasional
   2.3  Hakikat Bisnis Internasional
   2.4  Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional
   2.5  Kekuatan-Kekuatan yang Mendasari Bisnis Internasional
   2.6  Kekuatan Hukum
   2.7  Hambatan- hambatan dalam perdagangan Internasiona
BAB  III                     :  Isi
                                       3.1  Karakteristik Bisnis Internasional
                                       3.2  Neraca Ekspor-Impor
                                       3.3  Manajemen Bisnis Internasional
                                       3.4  Struktur Organisasi Internasional
                                       3.5  Ruang Lingkup Perdagangan Internasional
   3.6  Manfaat Perdagangan Internasional
                                       3.7  Dampak Perdagangan Internasional
BAB  IV                     :  Penutup
                                       4.1  Kesimpulan
                                    4.2  Saran
Daftar Pustaka



BAB  I
Pendahuluan
1.1       Latar Belakang
Globalisasi merupakan proses yang mana perekonomian dunia menjadi sebuah sistem tunggal yang saling bergantung. Dewasa ini volume perdagangan total di seluruh dunia sangat besar. Sejalan dengan semakin banyaknya jumlah perusahaan yang terjun ke dalam bisnis internasional, perekonomian dunia dengan cepat menjadi sistem tunggal yang saling bergantung satu dengan beraneka ragam produk yang dapat kita beli sebagai hasil dari perdagangan internasional.
Perdagangan internasional menjadi semakin penting bagi sebagian besar negara di dunia, selain juga menjadi bisnis-bisnis terbesar mereka. Walaupun di masa lalu banyak negara mengikuti kebijakan ketat untuk melindungi bisnis dalam negerinya, kini lebih banyak negara yang secara agresif mendorong perdagangan internasional.
1.2       Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Agar mahasiswa mengetahui bagaimana sejarah dan ruang lingkup bisnis internasional.
2.    Agar mahasiswa mengetahui bagaimana ruang lingkup perdagangan internasional.
3.    Agar mahasiswa termotivasi untuk melakukan bisnis





















BAB  II
Isi

2.1       Sejarah Bisnis Internasional

Sebelum masehi pedagang Venezia dan Yunani mengirim wakil-wakil ke luar negeri untuk menjual barang-barang mereka. Tahun 1600 British East India Company, sebuah perusahaan dagang yang baru dibentuk, mendirikan cabang-cabang di luar negeri di seluruh Asia. Pada saat yang sama sejumlah perusahaan Belanda yang di bentuk pada tahun 1590 membuka rute-rute perjalanan ke timur bergabung untuk membentuk Dutch East India Company dan juga membuka kantor-kantor cabang di Asia. Para pedagang colonial Amerika mulai beroperasi dengan model yang sama pada tahun 1700an.
Contoh-contoh investasi langsung luar negeri Amerika yang mula-mula adalah perkebunan-perkebunan Inggris yang dibentuk oleh Colt Fire Arms and Ford yang didirikan sebelum perang saudara. Namun kedua operasi itu gagal hanya setelah beberapa tahun kemudian.
Perusahaan Amerika pertama yang berhasil memasuki produksi luar negeri adalah pabrik yang didirikan di Skotlandia oleh Singer Sewling Machine pada tahun 1868. Pada tahun 1880, Singer telah menjadi organisasi dunia dengan organisasi penjualan luar negeri yang luar biasa dan beberapa pabrik pemanufakturan di luar negeri. Perusahaan-perusahaan lainnya segera menyusul, dan pada tahun 1914 paling sedikit 37 perusahaan amerika memiliki fasilitas produksi di dua atau tiga lokasi di luar negeri.Tahun 1919, General Electric mulaimenanamkan modal di luar negeri.Tahun 1920, General Motor and Chryslermelakukan operasi luar negeri.
2.2       Pengertian Bisnis Internasional

Bisnis internasional adalah bisnis yang melibatkan penyeberangan batas-batas Negara. Bisnis yang menjangkau penjuru dunia internasional yang dijalankan dan dikelola melintasi negara-negara. Menurut Charles WH   Hill (2008), Perusahaan yang terlibat dalam perdagangan maupun investasi internasional.
2.3       Hakikat Bisnis Internasional

Seperti tersebut diatas bahwa Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas – batas suatu Negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional. Adapun transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara dengan Negara lain yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Trade). Dilain pihak transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam sutu Negara dengan perusahaan lain atau individu di Negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International Marketing. Pemasaran internasional inilah yang biasanya diartikan sebagai Bisnis Internasional, meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah transaksi Bisnis Internasional yaitu :
Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul “NERACA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA” atau “BALANCE OF TRADE”. Suatu Negara dapat memiliki Surplus Neraca Perdagangan atau Devisit Neraca Perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari Negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar Negara tersebut sering disebut sebagai “NERACA PEMBAYARAN” atau “BALANCE OF PAYMENTS”. Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering juga dikatakan bahwa Negara ini mengalami PERTAMBAHAN DEVISA NEGARA. Sebaliknya apabila Negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain tersebut.
Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dikacaukan atau sering dianggap sama saja, akan tetapi seperti kita lihat dalam uraian diatas ternyata memang berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasional dilakukan oleh Negara sedangkan pemasaran internasional adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Disamping itu pemasaran internasional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif serta lebih progresif dari pada perdagangan internasional.

2.4       Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional

Suatu Negara ataupun suatu perusahaan melakukan transaksi bisnis internasional baik dalam bentuk perdagangan internasional pada umunya memiliki beberapa pertimbangan ataupun alasan. Alasan untuk melaksanakan bisnis internasional antara lain berupa :
1. Spesialisasi antar bangsa – bangsa
Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan tertentu beserta kelemahannya itu maka suatu Negara haruslah menentukan pilihan strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu :
1.             Memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang ternyata benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih efisien dan paling murah diantara Negara-negara yang lain.
2.             Menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan paling kecil diantara Negara-negara yang lain
3.             Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya.

Ketiga strategi tersebut berkaitan erat dengan adanya dua buah konsep keunggulan yang dimiliki oleh suatu Negara ketimbang Negara lain dalam satu ataupun beberapa bidang tertentu, yaitu :
· Keunggulan absolute (absolute advantage)
Suatu negara dapat dikatakan memiliki keunggulan absolut apabila negara itu memegang monopoli dalam berproduksi dan perdagangan terhadap produk tersebut. Hal ini akan dapat dicapai kalau tidak ada negara lain yang dapat menghasilkan produk tersebut sehingga negara itu menjadi satu-satunya negara penghasil yang pada umumnya disebabkan karena kondisi alam yang dimilikinya, misalnya hasil tambang, perkebunan, kehutanan, pertanian dan sebagainya. Disamping kondisi alam, keunggulan absolut dapat pula diperoleh dari suatu negara yang mampu untuk memproduksikan suatu komoditi yang paling murah di antara negara-negara lainnya. Keunggulan semacam ini pada umumnya tidak akan dapat berlangsung lama karena kemajuan teknologi akan dengan cepat mengatasi cara produksi yang lebih efisien dan ongkos yang lebih murah.

Potensi Pasar Internasional

Potensi pasar ditentukan oleh tiga faktor yaitu struktur penduduk, daya beli serta pola konsumsi masyarakat. Dalam hal pasar Internasional inipun potensi pasar Internasional juga ditentukan oleh ketiga faktor tersebut hanya saja dalam hal ini diberlakukan untuk negara lain.

2.5       Kekuatan-Kekuatan yang Mendasari Bisnis Internasional
Kekuatan yang mendasari bisnis internasional berorientasi pada manajemen oriented. Orientasi adalah asumsi atau keyakinan, yang seringkali tidak disadari, mengenai sifat dunia ini. Dalam hal ini ada tiga orientasi yang menjadi pedoman dalam bisnis internasional yaitu etnosentris, polisentris, geosentris yang kemudian diperluas menjadi regiosentris.
Etnosentris adalah suatu asumsi atau keyakinan bahwa negeri asal sendirilah yang unggul. Dalam perusahaan etnosentris, operasi di luar negeri dianggap kurang penting dibandingkan domestik dan terutama dilakukan untuk melempar kelebihan produksi domestik.
Polisentris adalah keyakinan yang didasari bahwa setiap negara unik dan berbeda serta cara untuk meraih sukses di setiap negara adalah menyesuaikan diri dengan perbedaan unik dari setiap negara. Dalam tahap polisentris, anak perusahaan didirikan di pasar luar negeri. Setiap anak perusahaan bekerja secara independen dan menetapkan tujuan dan rencana pemasaran sendiri. Pemasaran diorganisasikan dengan dasar negara per negara, dengan setiap negara mempunyai kebijakan pemasaran unik sendiri.
Regiosentrisdan Geosentris adalah perusahaan memandang wilayah regional dan seluruh dunia sebagai suatu pasar dan mencoba mengembangkan strategi pemasaran terpadu regional atau dunia. Regiosentris merupakan orientasi geosentris yang terbatas pada suatu wilayah regional artinya manajemen harus mempunyai suatu pandangan dunia ke arah wilayah regional, tapi akan memandang sisa dunia dengan orientasi etnosentris atau polisentris, atau kombinasi keduanya.
2.6       Kekuatan Hukum

J  Kekuatan hukum yang dihadapi bisnis Internasional sangat rumit karena bisnis dipengaruhioleh berbagai undang-undang dan peraturan yang dibuat oleh negara bagian/ daerah,negara maupun organisasi internasional.
J  Pemerintah yang stabil dan adanya sistimpengadilan yang baik diperlukan untuk menjaminlingkungan kondusif bagi pelaku bisnis

Sumber Hukum Internasional

Treaties (Perjanjian) bilateral dan multilateral.Treaties :perjanjian antar negara disebut juga conventions,convenant,compact atau protocols

Bentuk hukum internasional

J  Hukum internasional publik: hubungan hukum antar pemerintah,termasuk hubungandiplomatik, dan segala hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban suatu negara berdaulat
J  Hukum internasional privat/swasta:hukum transaksi antarindividu dan perusahaan yang melalui batas Negara

Kekayaan intelektual : semua hasil dari penerapan intelektual seseorang

 Paten adalah suatu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada penemu suatu produk atauproses untuk membuat, mengexploitasi, menggunakan dan menjual penemuan atau prosestersebut .
 Nama dagang adalah rancangan dan nama suatu produk yang digunakan oleh para pedagangatau pabrikan dan biasanya terdaftar secara resmi.
 Hak cipta ialah hak yang sah yang diberikan kepada penulis, komposer, pencipta perangkatlunak, artis dan penerbit untuk mempublikasikan dan menjual karya mereka.
 Rahasia dagang ialah informasi tentang bisnis yang dirahasiakan.
  Spionase industri: usaha sebuah perusahaan untuk mencuri rahasia dagang perusahaan lain.Hal ini adalah suatu tindakan pidana yang dapat dihukum berbagai negara dengan dendaatau kurungan. 
Standarisasi Hukum Internasional

• The UN Convention on the International Sale of Goods (sales agreement)
• ISO (International Standardization Organization); standarisasi bidang tekhnologi
• IEC (International Electrotechnical Commission) mempromosikan standarisasipengukuran,bahan dan peralatan untuk produk yang berkaitan dengan tekhnologi elektro .
Kekuatan hukum pada suatu negara tertentu

2.7       Hambatan- hambatan dalam perdagangan Internasional

            Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri, demikian halnya negara. Kerja sama dalam bentuk hubungan dagang antarnegara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Hal ini disebabkan setiap negara tidak dapat menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Selain itu, juga disebabkan adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki, iklim, letak geografis, jumlah penduduk, pengetahuan, dan teknologi. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan munculnya perdagangan internasional. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional tidak hanya dilakukan oleh negara maju saja, namun juga negara berkembang. Perdagangan internasional ini dilakukan melalui kegiatan ekspor impor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Adapun impor adalah kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Dengan melakukan perdagangan internasional melalui kegiatan ekspor impor, negara maju akan memperoleh bahan-bahan baku yang dibutuhkan industrinya sekaligus dapat menjual produknya ke negara-negara berkembang.
            Sementara itu, negara berkembang dapat mengekspor hasil-hasil produksi dalam negeri sehingga memperoleh devisa. Negara berkembang juga membutuhkan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal yang dapat diperoleh dari negara-negara maju. Devisa dan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal ini dapat digunakan negara berkembang untuk memajukan perekonomian dalam negerinya.
            Hambatan perdagangan adalah regulasi atau peraturan pemerintah yang membatasi perdagangan bebas.

Bentuk-bentuk hambatan perdangangan antara lain:
  1. Tarif atau bea cukai
Tarif adalah pajak produk impor. Istilah Bea Cukai terdiri dari 2 kata: bea dan cukai. Meski secara harfiah mirip, secara istilah keduanya memiliki arti masing-masing. Kita mulai dari bea. Berasal dari bahasa Sansekerta, bea berarti ongkos. Bea dipakai sebagai istilah ongkos barang yang keluar atau masuk suatu negara, yakni bea masuk dan bea keluar. Instansi pemungutnya disebut pabean. Hal-hal yang terkait dengannya disebut kepabeanan. Nah, secara istilah, kepabeanan berarti segala sesuatu yang terkait dengan pengawasan atas lalu lintas barang antar negara. Secara filosofis dan historis memang demikian.
Filosofi adanya pabean memang pengawasan. Naluri pertahanan suatu negara atau entitas kekuasaan tentu akan melakukan pengawasan terhadap apapun yang masuk ke dalam wilayahnya. Tentu sang penguasa tidak ingin di wilayah kekuasaannya dimasuki barang-barang yang dapat mengancam kekuasaannya. Senjata atau mesiu misalnya. Atau barang yang dapat meracuni masyarakatnya, seperti alkohol atau candu. Dalam pada itu, sang penguasa juga ingin menciptakan stabilitas ekonomi, dengan kontrol pasar, sekaligus meraup pendapatan. Di sinilah bea dipungut. Kesemuanya, tentu, demi melindungi kepentingan nasional masing-masing.
Fungsi filosofis historis tadi tetap dipakai hingga kini di seluruh dunia. Dengan tetap bertujuan melindungi kepentingan nasional masing-masing, ada negara yang lebih menggunakan pabean sebagai alat pertahanan, ada yang cenderung ke finansial. Oleh karenanya, banyak negara yang menjadikan pabean sebagai institusi militer atau keamanan, tak sedikit pula yang menjadikannya di bawah departemen yang mengurusi keuangan. Di AS, pabean di bawah Homeland Security Department. Di Hongaria, pabean adalah bagian dari militer. Yang di bawah keuangan contohnya di negara kita sendiri. Namun mayoritas, termasuk yang beraliran keuangan, pabean selalu dibekali kemampuan pertahanan negara atau penegakan hukum. Mungkin terkecuali pabean Singapura.
Karena dilahirkan dari rahim pertahanan yang bernafaskan pengawasan, pabean (Indonesia) semestinya memang tidak melulu dibebani target-target pemasukan keuangan negara. Pabean harus lebih dikonsentrasikan untuk menjaga pintu negara dari barang-barang yang mengancam kepentingan nasional.
  1. Kuota
Kuota membatasi banyak unit yang dapat diimpor untuk membatasi jumlah barang tersebut di pasar dan menaikkan harga. Kuotaadalahpembatasansecarafisikterhadapbarang-barang yang diperdagangkansecaraInternasional.Kuotaimporadalahpembatasanjumlahfisik yang masukkedalamnegeridanKuotaeksporadalahpembatasanjumlahfisikbarang-barang yang dieksporkeluarnegeri.Samahalnyadengantarif, Kuotajuga di bagimenjadibeberapabagian, antaralain :
·                Absolute atau Unilateral Kuotaadalahpembatasan yang hanya di lakukan  untuknegarasepihak, tidak  melaluipersetujuandengannegara lain.
·                Negotiated atau Bilateral KuotaadalahKuota yang besarkecilnyaditentukanberdasarkanpersetujuandengan 2 negaraataulebih.
·                Tarif Kuota adalah gabungan antara tarif dan Kuota. Suatu barang yang dimasukkan ke dalam negeri melebihi jumlah yang telah ditargetkan, maka tarifnya akan menjadi lebih mahal.
Mixing Kuota adalah pembatasan penggunaan bahan mentah yang diimpit pada proporsi tertentu dalam memproduksi barang.
  1. Subsidi
Subsidi adalah bantuan pemerintah untuk produsen lokal. Subsidi dihasilkan dari pajak. Bentuk-bentuk subsidi antara lain bantuan keuangan, pinjaman dengan bunga rendah dan lain-lain.
  1. Muatan lokal
  2. Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah, maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.

6.      Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer ataumenggunakan L/C.

7.      Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.

8.      Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.

9.      Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara
anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.
10.  Peraturan administrasi
Peraturan Administarsi adalah Hukum mengenai  pemerintah/Eksekutif didalam kedudukannya, tugas-tuganya, fungsi dan wewenangnya sebagai Administrator Negara.
  1. Politik dumping
            Politik Dumping adalahbilamanamenjualsuatubarang yang dinilainyalebihtinggidarihargabeli, biladijual di luarnegerimaupundalamnegeritetapmendapatuntung.Adapunbeberapa motif dariPolitik Dumping, yaituantara lain:
1.    Barang-barang yang diminatioehnegaraasal, supayadapatterjual di luarnegeri.
2.    BerebutpasaranLuarnegeri.
3.    Memperkenalkan suatu produk dalam negri ke negara lain.
  1. Perbedaan mata uang
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
Hambatan perdagangan mengurangi efisiensi ekonomi, karena masyarakat tidak dapat mengambil keuntungan dari produktivitas negara lain. Pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdangan adalah produsen dan pemerintah. Produsen mendapatkan proteksi dari hambatan perdagangan, sementara pemerintah mendapatkan penghasilan dari bea-bea.
            Argumen untuk hambatan perdangan antara lain perlindungan terhadap industri dan tenaga kerja lokal. Dengan tiadanya hambatan perdangan, harga produk dan jasa dari luar negeri akan menurun dan permintaan untuk produk dan jasa lokal akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan matinya industri lokal perlahan-lahan. Alasan lain yaitu untuk melindungi konsumen dari produk-produk yang dirasa tidak patut dikonsumsi, contoh: produk-produk yang telah diubah secara genetika.
Di Indonesia, hambatan perdagangan banyak digunakan untuk membatasi impor pertanian dari luar negeri untuk melindungi petani dari anjloknya harga lokal.

BAB   III
Isi
3.1       Karateristik Bisnis Internasional

Ø  Transaksi lebih dari dua negara, yang tidak terbatas pada perusahaan multinasional, tetapi ada juga UKM yang terlibat; Umumnya dipimpin oleh Multinational Enterprise (MNEs) ;
Ø  Aktivitas inti yang diselenggarakan: Export, Import,FDI, Franchising, Licencing, Joint Ventures ;
Ø  Sistem legal di antara negara berbeda, memaksa satunegara atau lebih untuk menyesuaikan perilakumereka dengan hukum yang berlaku;
Ø    Menggunakan mata uang berbeda-beda ;
Ø  Budaya negara-negara berbeda, memaksa setiappihak untuk menyesuaikannya;
Ø  Ketersediaan sumber-sumber yang berbeda di tiap negara, suatu negara mungkin hanya memiliki Internasional Business sumber daya alam yang lebih

Bidang Kegiatan Bisnis Internasional
Lingkungan Domestik, termasuk sosio ekonomi, sosio cultural, politik, hokum, pemerintahan, persaingan ,fisik, tenaga kerja, keuangan, teknologi.
Lingkungan Luar Negeri, termasuk sosio ekonomik, sosio cultural, politik, tenaga kerja, keuangan, teknologi dan lingkungan ekonomi.
3.2       Neraca Ekspor-Impor
1.      Neraca Perdagangan (balance of trade)
Merupakan total nilai ekonomi seluruh produk yang diimpor dikurangi dengan total nilai ekonomi seluruh produk yang diekspor.
2.      Defisit dan Surplus Perdagangan
Defisit perdagangan terjadi apabila ketika impor suatu negara melebihi nilai ekspornya. Sederhananya, aliran uang keluar lebih banyak daripada aliran uang yang masuk. Sedangkan surplus perdagangan terjadi apabila ekspor suatu negara melebihi nilai impornya. Defisit dan surplus dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keunggulan absolut komparatif, keunggulan bersaing nasional yang dinikmati oleh para sekutu perdagangan yang relevan, kondisi perekonomian umum serta pengaruh perjanjian perdagangan.
3.      Neraca Pembayaran (balance of payment)
Merupakan arus uang yang masuk ke dalam atau keluar dari suatu negara.Uang yang dibayarkan suatu negara untuk impor dan yang diterima sebagai bayaran atas ekspornya, yaitu neraca perdagangannya masuk bagian terbesar neraca pembayarannya.
4.      Nilai Tukar (exchange rate )
Merupakan nilai pertukaran mata uang suatu negara dengan mata uang negara lainnya. Pada akhir perang dunia II, negara-negara besar di dunia menyetujui penentuan nilai tukar tetap. Dibawah nilai tukar tetap, nilai mata uang suatu negara terhadap nilai mata uang negara lain dapat tetap konstan. Namun demikian, kini berlaku nilai tukar mengambang, dan nilai mata uang satu negara terhadap mata uang negara lain bervariasi sesuai dengan kondisi pasar.
5.      Nilai Tukar dan Persaingan
Perusahaan yang menjalankan operasi internasional harus cermat mengawasi fluktuasi nilai tukar karena perubahannya akan mempengaruhi perintaan luar negeri bagi produk mereka dan dapat menjadi faktor utama dalam persaingan internasional.
3.3       Manajemen Bisnis Internasional
Keberhasilan setiap perusahaan sangat bergatung pada seberapa baik perusahaan itu di kelola. Bisnis internasional menjadi sangat menantang karena tanggung jawab manajemen dasar perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan lebih sulit dilakukan apabila bisnis itu beroprasi di beberapa pasar yang tersebar di seluruh dunia.Keputusannya apakah perusahaan akan melakukan go internasional atau tidak.
a.       Beradaptasi dengan Kebutuhan Konsumen
Jika ada permintaan internasional akan produk-produknya , maka suatu perusahaan harus mempertimbangkan apa dan bagaimana caranya mengadaptasi produk-produk mereka agar dapat sesuai dengan permintaan dan harapan khusus konsumen asing.
b.      Tingkat Keterlibatan Internasional
Perusahaan dapat bertindak sebagai eksportir dan importir, bersikap sebagai perusahaan internasional atau beroperasi sebagai perusahaan multinasional. Kebanyakan perusahaan industri terbesar di dunia termasuk perusahanan multinasional.
c.        Eksportir dan Importir
Eksportir adalah perusahaan yang mendistribusikan dan menjual produk-produk kepada satu atau lebih negara asing. Sedangkan importir adalah peusahaan yang membeli produk-produk di pasar asing dan kemudian mengimpornya untuk dijual kembali ke negaranya.
d.       Perusahaan Internasional
Perusahaan internasional menjalankan sebagian besar bisnisnya di negara-negara asing. Perusahaan internasional juga menjalankan fasilitas manufaktur di luar negeri.
e.       Perusahaan Multinasional
Merupakan perusahaan yang merancang, memproduksi, dan memasarkan produk-produknya di banyak negara.
3.4       Struktur Organisasi Internasional
Merupakan struktur yang dapat membantu mengkoordinasi aktivitas-aktivitas eksportir  tidak akan cukup bagi aktivitas-aktivitas perusahaan multinasional.
a.        Agen Independen
Individu atau organisasi asing yang setuju untuk mewakili kepentingan eksportir.
b.       Pemberian Lisensi
Perjanjian dimana perusahaan memilih individu atau organisasi asing untuk memanufakturkan produk mereka di negara lain.
c.       Kantor Cabang
Kantor diluar negeri yang didirikan perusahaan internasional atau multinasional.
d.       Aliansi Strategis
Perjanjian dimana perusahaan menemukan sekutu asing yang menyumbang sejumlah sumber daya yang diperlukan untuk mendirikan bisnis baru di negara sekutu tersebut.
3.5       Ruang Lingkup Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional berhubungan dengan berbagai kegiatan, seperti:
Ø  Perpindahan barang dan jasa dari satu negara ke nagara lain atau disebut dengan istilah transfer of goods and services.
Ø  Perpindahan modal melalui penanaman modal asing dari luar negeri ke dalam negeri (transfer of capital).
Ø  Perpindahan tenaga kerja yang mempengaruhi pendapatan devisa suatu negara. Dalam proses ini pelu adanya pengawasan mekanisme yang sering disebut transfer of labour.
Ø  Perpindahan teknologi melalui cara pendirian pabrik-pabrik di negara lain. Kegiatan ini disebut transfer of technology.
Ø  Perdagangan internasional yang dilakukan dengan penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar atau yang disebut dengan transfer of data.

Ekonomi internasional menyangkut beberapa hal yang berkaitan dengan negara seperti :
N  Mobilitas faktor produksi seperti tenaga kerja dan modal yang relatif lebih sukar (imobilitas faktor produksi)

N  sistem keuangan, perbankan, bahasa, kebudayaan serta politik yang berbeda faktor-faktor poduksi yang dimiliki (faktor endowment) berbeda sehingga dapat menimbulkan perbedaan harga barang yang dihasilkan.

Oleh karena itu pada dasarnya ekonomi internasional membahas tentang ketergantungan ekonomi antar negara yang pada dasarnya dipengaruhi dan mempengaruhi hubungan politik, sosial, budaya dan militer antar negara.

Faktor-faktor yang menyebabkan suatu negara melakukan perdagangan internasional adalah:
  1. Dalam rangka memenuhi kebutuhan barang dan jasa.
  2. Untuk mendapatkan keuntungan serta meningkatkan pendapatan negara.
  3. Terdapat perbedaan kualitas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengolah sumber daya ekonomi.
  4. Terjadi kelebihan produk di dalam negeri sehingga diperlukan market baru untuk memasarkan produk tersebut.
  5. Sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang tidak sama di setiap negara sehingga terjadi perbedaan hasil produksi serta adanya keterbatasan produksi.
  6. Adanya permintaan barang yang sama atau selera yang sama.
  7. Adanya keinginan kerja sama antarnegara.
  8. Lahirnya era globalisasi.
3.6       Manfaat Perdagangan Internasional

Banyak sekali manfaat perdagangan internasional yang dirasakan oleh setiap negara, yaitu:
A  Setiap negara akan mendapatkan barang yang tidak ada atau tidak diproduksi di negeri sendiri. Dengan demikian, negara tersebut dapat memenuhi kebutuhannya.
A  Suatu negara akan mendapat keuntungan dari spesialisasi.
A  Suatu negara dapat memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan.
A  Transfer teknologi modern. Setiap negara dapat mempelajari teknik produksi yang lebih efisien serta manajemen yang lebih modern.
3.7       Dampak Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional mempunyai dampak pada negara-negara yang terlibat. Dampak tersebut ada yang positif dan ada yang negatif.

a.         Dampak Positif Perdagangan Internasional

Negara pengekspor maupun pengimpor mendapatkan keuntungan dari adanya perdagangan internasional. Negara pengekspor memperoleh pasar dan negara pengimpor memperoleh kemudahan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan. Adanya perdagangan internasional juga membawa dampak yang cukup luas bagi perekonomian suatu negara. Dampak tersebut antara lain sebagai berikut:

1) Mempererat persahabatan antarbangsa

Perdagangan antarnegara membuat tiap negara mempunyai rasa saling membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh karena itu, perdagangan internasional dapat mempererat persahabatan negara-negara yang bersangkutan.

2) Menambah kemakmuran negara

Perdagangan internasional dapat menaikkan pendapatan negara masing-masing. Ini terjadi karena negara yang kelebihan suatu barang dapat menjualnya ke negara lain, dan negara yang kekurangan barang dapat membelinya dari negara yang kelebihan. Dengan meningkatnya pendapatan negara dapat menambah kemakmuran negara.

3) Menambah kesempatan kerja

Dengan adanya perdagangan antarnegara, negara pengekspor dapat menambah jumlah produksi untuk konsumsi luar negeri. Naiknya tingkat produksi ini akan memperluas kesempatan kerja. Negara pengimpor juga mendapat manfaat, yaitu tidak perlu memproduksi barang yang dibutuhkan sehingga sumber daya yang dimiliki dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih menguntungkan.

4) Mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perdagangan internasional mendorong para produsen untuk meningkatkan mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu dan teknologinya agar produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing.

5) Sumber pemasukan kas negara

Perdagangan internasional dapat meningkatkan sumber devisa negara. Bahkan, banyak negara yang mengandalkan sumber pendapatan dari pajak impor dan ekspor.

6) Menciptakan efisiensi dan spesialisasi

Perdagangan internasional menciptakan spesialisasi produk. Negara-negara yang melakukan perdagangan internasional tidak perlu memproduksi semua barang yang dibutuhkan. Akan tetapi hanya memproduksi barang dan jasa yang diproduksi secara efisien dibandingkan dengan negara lain.

7) Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara

Dengan perdagangan internasional, warga negaranya dapat menikmati barang-barang dengan kualitas tinggi yang tidak diproduksi di dalam negeri.

b.         Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Adanya perdagangan internasional mempunyai dampak negatif bagi negara yang melakukannya. Dampak negatifnya sebagai berikut.
1) Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain.
2) Adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional.
3) Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar.
4) Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju.
5) Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif.
6) Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju.
7) Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran.
Suatu negara harus mencatat nilai aktivitas ekonominya yang dilakukan dengan negara lain. Catatan tersebut dinamakan neraca. Jika catatan tersebut hanya untuk bidang perdagangan, maka neracanya merupakan neraca perdagangan. Akan tetapi, kalau neracanya mencakup semua aliran keuangan maka neracanya merupakan neraca pembayaran.

1.             Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan merupakan catatan yang berisi nilai barang-barang yang diekspor maupun diimpor oleh suatu negara. Kegiatan ekspor suatu negara menimbulkan hak yang berupa penerimaan pembayaran atau piutang, sedangkan impor barang dari luar negeri menimbulkan kewajiban membayar ke luar negeri atau utang negeri. Neraca perdagangan dibuat agar suatu negara dapat mengetahui perkembangan perdagangan internasional yang dilakukan. Keadaan neraca perdagangan suatu negara ada tiga kemungkinan yaitu surplus, defisit, atau seimbang. Neraca perdagangan disebut surplus jika nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Sebaliknya, neraca perdagangan disebut defisit jika nilai ekspor lebih kecil daripada nilai impor. Neraca perdagangan disebut seimbang jika nilai ekspor yang sama dengan nilai impor.

2.             Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran merupakan catatan yang berisi pembayaran dan penerimaan dari luar negeri. Neraca pembayaran tidak hanya mencatat hak dan kewajiban yang timbul karena adanya perdagangan, tetapi juga mencatat hak dan kewajiban keuangan dengan luar negeri yang tidak hanya karena perdagangan. Namun demikian, yang dicatat di dalam neraca pembayaran hanyalah transaksi ekonomi. Transaksi yang menimbulkan hak untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain disebut transaksi kredit, sedangkan transaksi yang menimbulkan kewajiban untuk membayar penduduk negara lain disebut transaksi debit. Untuk menentukan apakah seseorang sebagai penduduk (orang dalam negeri) ataukah sebagai orang luar negeri, perlu diperhatikan tempat tinggalnya. Seseorang dianggap penduduk suatu negara apabila bertempat tinggal di negara tersebut. Orang yang telah menetap dalam enam bulan atau lebih baik warga negara Indonesia atau warga negara asing, dianggap sebagai penduduk Indonesia. Namun, para wisatawan asing dan para diplomat tidak dapat dianggap sebagai penduduk Indonesia. Alasannya adalah, mereka hanya bertempat tinggal sementara. Transaksi yang dicatat di dalam neraca pembayaran dapat dibedakan menjadi transaksi sedang berjalan dan transaksi kapital. Yang dimaksud dengan transaksi sedang berjalan (current account) adalah transaksi yang meliputi barang-barang dan jasa. Adapun yang dimaksud dengan transaksi kapital (capital account) adalah transaksi yang menyangkut investasi modal dan emas. Transaksi satu arah (bukan transaksi timbal balik) antara lain pemberian hadiah (gift), bantuan (aid), dan pemberian yang lain dapat digolongkan ke dalam transaksi sedang berjalan (transaksi tersendiri).
Pos-pos yang tertuang di dalam neraca pembayaran antara lain transaksi:
1) Barang.
2) Jasa-jasa.
3) Bunga modal dan dividen.
4) Hadiah.
5) Investasi jangka panjang.
6) Investasi jangka pendek.
7) Perpindahan emas moneter.

Negara yang menyusun neraca pembayaran memperoleh manfaat yaitu dapat mengetahui:
1) Keadaan keuangan yang terkait dengan pembayaran luar negeri dengan mencermati neraca pembayaran, kita dapat mengetahui apakah sebaiknya suatu negara menambah impor atau sebaliknya justru harus menambah ekspor.
2) Sumbangan dari transaksi ekonomi internasional terhadap penerimaan negara yang bersangkutan.
3) Hal-hal yang berhubungan dengan perdagangan luar negeri.
4) Hubungan ekonomi suatu negara dengan negara-negara tertentu.
BAB  IV
Penutup
4.1       Kesimpulan
Bisnis internasional adalah bisnis yang melibatkan penyeberangan batas-batas Negara.Kekuatan yang mendasari bisnis internasional berorientasi pada manajemen oriented. Orientasi adalah asumsi atau keyakinan, yang seringkali tidak disadari, mengenai sifat dunia ini. Dalam hal ini ada tiga orientasi yang menjadi pedoman dalam bisnis internasional yaitu etnosentris, polisentris, geosentris yang kemudian diperluas menjadi regiosentris.
Perdagangan internasional berhubungan dengan berbagai kegiatan, seperti: Perpindahan barang dan jasa dari satu negara ke nagara lain atau disebut dengan istilah transfer of goods and services.Perpindahan modal melalui penanaman modal asing dari luar negeri ke dalam negeri (transfer of capital).Perpindahan tenaga kerja yang mempengaruhi pendapatan devisa suatu negara. Dalam proses ini pelu adanya pengawasan mekanisme yang sering disebut transfer of labour.Perpindahan teknologi melalui cara pendirian pabrik-pabrik di negara lain. Kegiatan ini disebut transfer of technology.Perdagangan internasional yang dilakukan dengan penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar atau yang disebut dengan transfer of data.


Daftar Pustaka
Rusdin 2002 Internasional: Teori Masalah dan Kebijakan Internasional Business By Rusdin 5
Rusdin, 2002. Bisnis Teori, Masalah, Kebijakan. Bandung: Alfabeta
Rusdin, 2002. Bisnis Internasional: dalam Pendekatan Praktik. Bandung: Alfabeta

Studi Pustaka Melalui Internet

Google
Search Engine, Keyword : Pembahasan Lengkap Bisnis Internasional, Contoh Makalah Bisnis Internasional

1 komentar: